Assalamualaikum wr.wb
Hallo semuanyaa, kembali lagi di blog "Etika Profesi". Di blog ke-5 kali ini bakal membahas materi yang sangat penting banget. Materinya itu berhubungan dengan "dunia maya" atau Cyber Ethics. Materi ini ada di mata kuliah "Etika Profesi" fakultas ilmu komputer Universitas Jember.
Sumber : PPT oleh bapak Fahrobby Adnan S.Kom., M.MSi
Internet identik dengan cyberspace atau dunia maya. Dysson (1994) mengemukakan bahwa cyberspace merupakan suatu ekosistem bioelektronik di semua tempat yang memiliki telepon, kabel coaxial, fiber optik atau elektromagnetik waves. Hal ini berarti bahwa tidak ada yang tahu pasti seberapa luas internet secara fisik.
Karakteristik dunia maya (Dysson : 1994) sebagai berikut:
- Beroperasi secara virtual/maya
- Dunia cyber selalu berubah dengan cepat
- Dunia maya tidak mengenal batas-batas territorial
- Orang-orang yang hidup dalam dunia maya tersebut dapat melaksanakan aktivitas tanpa harus menunjukkan identitasnya
- Informasi di dalamnya bersifat public
Netiquette/Netiket
Sebuah dokumen tentang etika dalam internet (Requests for Comments (RFC) no.1855) dikenal dengan Netiquette yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Netiket. Netiket berasal dari dua kata, yakni networks dan etiquette.
Definisi dari Netiquette, yaitu:
- Etika dalam menggunakan internet
- Aturan-aturan/kebiasaan/etika/etiket umum yang berlaku di seluruh dunia, sehingga para pelaku internet dapat dengan nyaman dalam berinteraksi di dunia maya.
Pada dasarnya netiquette merupakan panduan untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan kaidah normatif di lingkungan internet. Dengan mematuhi peraturan ini, maka akan sangat membantu dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain tanpa harus mengalami masalah atau tanpa harus mengalami salah pengertian dengan orang lain.
Aturan Netiket
- Tidak mengirimkan komentar yang bernada menyerang tapi bersikaplah saling membangun.
- Ikuti aturan seperti di kehidupan maya saat online. Bersikap dan bertindak dengan selalu memperhatikan etika, dan jangan buru-buru menyimpulkan sesuatu.
- Ingatlah dimana berada ketika sedang online. Diharapkan selalu bersikap terbuka dan jika dibutuhkan, bersikap kritis tapi tetap konstruktif (membangun), dan bukan bersikap sebaliknya(negatif).
- Hormatilah orang lain ketika anda sedang online. Posting dikirimkan grup yang sesuai.
Pentingnya Etika dalam Dunia Maya
- Bahwa pengguna internet berasal dari berbagai negara yang mungkin memiliki budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda.
- Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia anonymous, yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi.
- Berbagai macam fasilitas yang diberikan dalam internet memungkinkan seseorang untuk bertindak tidak etis seperti misalnya ada juga penghuni yang suka iseng dengan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
- Harus diperhatikan bahwa pengguna internet akan selalu bertambah setiap saat dan memungkinkan masuknya "penghuni" baru didunia maya tersebut.
Contoh Pelanggaran Etika Dunia Maya (Cyber Ethics)
Beberapa contoh pelanggaran etika dunia maya (cyber ethics) yang pernah terjadi antara lain:
- Kasus Penipuan Online
Media sosial saat ini banyak dimanfaatkan sebagai sarana penjualan secara online (online shop). Pemasaran ini dilakukan secara online untuk menjangkau pasar yang luas. Akan tetapi, dengan adanya online shop ini justru dijadikan ajang bagi para penjual untuk melakukan penipuan dengan iming-iming produk yang dijual berkualitas tinggi, tapi pada kenyataannya tidak sesuai realitas.
- Bullying
Bullying dapat berupa ancaman, intimidasi, kekerasan atau pemaksaan kepada seseorang secara verbal maupun menggunakan kekuatan fisik untuk memenuhi keinginan pelaku. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya berbagai perbedaan misalnya perbedaan kelas sosial, jenis kelamin, agama, perilaku, dan lain sebagainya.
- Pencemaran Nama Baik
Contoh dari pelanggaran ini sering kali dijumpai di media sosial. Hal itu karena banyak pengguna di media sosial tidak dapat mengontrol emosinya. Biasanya orang yang tidak dapat mengontrol emosi akan meluapkannya melalui komentar yang ditulis di media sosial. Dan terkadang komentar tersebut mengandung nama orang yang tidak sesuai dengan kebenaran postingan tersebut.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar